Review: Plesk Cpanel Web Hosting

HMSkin.SPV_.Home_

Plesk dikembangkan oleh Plesk Inc yang kemudian diambil alih oleh SWsoft. Setelah beberapa tahun SWsoft berganti nama menjadi Parallels Inc sejak Januari 2008, setelah itu Pleks menjadi terkenal sebagai Parallels Plesk Panel.

  • Pengertian

Parallels Plesk Panel merupakan paket pernagkat lunak yang cerdik dan biasa digunakan sebagia program otomatis web hosting komersial. Control Panel Pleck memanfaatkan GUI SSL-enabled web yang digabungkan dengan frame.

Ada jenis Control Panel dan masing-masing menawarkan sesuatu yang unik untuk customer. cPanel dan Plesk merupakan pilihan popular.

  • Kompatibilitas dan Penggunaan

Pleks dapat digunakan untuk Windows maupun server Linux, sementara cPanel dan beberapa Control Panel lainnya digunakan dengan web server Linux dan membuat Plesk lebih universal.

  • Fitur dan User-Interface

Ketika kamu mempertimbangkan fitur dan banyaak kesamaan antara cPanle dan Plesk, karena keduanya hampir tidak memiliki perbedaan yang mencolok kecuali perbadaan utama pada user-interface.

Sementara Plesk memiliki interface yang intuitif, seperti Windows XP, Control cPanel seperto terorganisir di panel admin. Plesk dapat disesuaikan menggunakan software “Virtuozzo” unutk membuat template varietas yang terkenal dalam meningkatkan RIO dan mendapatkan penyedia web hosting yang professional.

Berikut beberapa Control Panel yang digunakan untuk alternative Plesk:

  • cPanel
  • Baifox
  • Virtualmin
  • SysCP
  • H-Sphere
  • Ebox
  • Hosting Pengontrol
  • Lxadmin
  • ISPConfig
  • DirectAdmin
  • Webmin
  • Maslaah dengan Plesk

Terkait dengan masalah keamanan yang diajukan oleh Plesk, yang terbesar adalah fakta bahwa semua virtial host berbagi konfigurasi dan berjalan di bawah customer Apache. Ambil masalah ini menjadi pertimbangan Plesk 7.5.6 dan versi Windows yang dikonfigurasi, bahwa semua virtual host berjalan di bawah proses kelompok yang sesuai untuk menghilangkan masalah tersebut.

Pada modul Apache2-mpm-ITK dipernkenalkan di Plesk untuk Linux untuk alasan yang sama juga.

Masalah lain dengan Plesk adalah kenyataan bahwa default ke Port 8443 untuk aplikasi https menyebabkan masalah dengan Server Microsoft Small Business, server Microsoft ISA, dan serever lainnya yang tidak menerima port non standar https.

Tapi, mengupgrade aplikasi dengan menginstall skrip instalasi dalam satu klik itu bukan proses yang mudah. Ini akan memperlemah keamanan dan membuat server lebih rentan setelah proses upgrade.

Hal yang berbeda muncul pada Backup dan Restore data, karena ini akan mengembalikan fungsi sebelum kelemahan lain. Alasannya, karena Plesk memanfaatkan dengan jumlah besar di ruang disk server, sebelum meng-upload file ke server FTP yang diinginkan. Ini akan membatasi ruang server penyimpanan yang digunakan untuk meninggalkan jumlah ruang disk yang besar dan tidak terpakai atau tidak membackup data dengan sering.

  • Underline

Antarmuka modular yang terpisah dalam proses instalasi sederhana membuat Plesk menjadi panas, belum lagi kemungkinan untuk menginstall aplikasi web dalam hitungan beberapa klik mouse menggunakan APS-standar.

Meskipun semua masalah yang disebutkan di atas, pengguna VPS akan lebih memilih Plesk, karena memiliki paket perangkat lunak yang tidak memakan sebagian besar sumber daya sistem.

Ini dapat disesuaikan, bahkan menjadi pilihan yang baik untuk shared hosting, dedicated hosting, VPS, dan segala bentuk hosting account. Namun, mereka akan merasa kesulitan untuk memahami teknis untuk bertahan hidup hanya dengan skrip instalasi satu klik dan set-up otomatis cPanel Plesk. Tidak ada salahnya jika kamu mengajaga kompleksitas terpisah dengan Plesk, bahkan kami secara pribadi lebih suka ketika tidak perlu magic otomatis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *